Annisa Arsyaf's blog

Just another weblog

Kanker Prostat

Author: Annisa Arsyaf

A. Definisi

Prostat adalah kelenjar seks pada pria, ukurannya kecildan terletak dibawah kandung kemih, mengelilingi saluran kencing (uretra). Prostat memegang peranan penting dalam produksi cairan ejakulasi (Anonim 2007). Prostat berfungsi mengeluarkan campuran cairan dan enzim yang diperlukan oleh sperma agar tetap sehat dan lincah. Prostat biasanya  melakukan pekerjaannya begitu baik sehingga kebanyakan orang bahkan tidak menyadari keberadaannya sampaiketika usia mereka 40-an atau 50-an, walaupun ada pula yang telah mendapatkan masalah sewaktu masih berusia 30-an. Sejalan dengan pertambahan usia, prostat yang semula berkelakuan baik pelan-pelan dapat berubah menjadi kelenjar pembawa derita, karena menjadi mudah terinfeksi dan terkena penyakit termasuk kanker dan pembengkakannya sering sampai mengganggu proses buang air kecil. Kanker prostat adalah penyakit kanker yang menyerang kelenjar prostat dengan sel-sel kelenjar prostat tumbuh abnormal dan tidak terkendali.

Kanker prostat adalah kanker nomor satu yang diidentifikasi pada para pria di Amerika Serikat dan penyebab kematian tersering kedua akibat kanker pada populasi tersebut (yang pertama adalag kanker paru-paru). Kanker prostat biasanya didiagnosis pada pria berusia di atas 65 tahun; walaupun kini banyak diagnosis pada pria yang lebih muda, mungkin hasil dari penapisan yang dilakukan lebih agresif. Beberapa studi otopsi memperlihatkan bahwa sekitar 50% pria dia atas usia 50 tahun memiliki beberapa sel prostat yang bersifat kanker; temuan ini menyebabkan persebatan signifikan terhadap terapi yang dianjurkan, khususnya pada pria lansia yang mengidap tumor tahap dini dan tumbuh-lambat (Corwin 2007).

B. Gejala

Gejala-gejala awal yang timbul terkadang banyak tak disadari oleh para pria sampai penyakit ini menyebar dan makin sulit diterapi. Menurut Anonim (2009) bisa jadi ini akibat terlalu banyaknya gejala yang ada. Kadang gejalanya menyerupai BPH, yaitu berupa kesulitan dalam berkemih dan sering berkemih. Gejala tersebut timbul karena kanker menyebabkan penyumbatan parsial pada aliran air kemih melalui uretra. Kanker prostat bisa menyebabkan air kemih berwarna merah (karena mengandung darah) atau menyebabkan terjadinya penahanan air kemih mendadak.

Pada beberapa kasus, kanker prostat baru terdiagnosis setelah menyebar ke tulang (terutama tulang panggul, iga dan tulang belakang) atau ke ginjal (menyebabkan gagal ginjal) Kanker tulang menimbulkan nyeri dan tulang menjadi rapuh sehingga mudah mengalami fraktur (patah tulang). Setelah kanker menyebar, biasanya penderita akan mengalami anemia. Kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental atau neurologis lainnya (Anonim 2007).

Gejala-gejala lain yang biasa timbul adalah sebagai berikut:

  1. Sulit berkemih

Bisa berupa perasaan ingin berkemih tapi tidak ada yang keluar, berhenti saat sedang berkemih, ada perasaan masih ingin berkemih atau harus sering ke toilet untuk berkemih karena keluarnya sedikit-sedikit. Gejala ini akibat membesarnya kelenjar prostat yang ada di sekitar saluran kemih karena ada tumor di dalamnya sehingga mengganggu proses berkemih. Kelenjar prostat akan makin besar seiring bertambahnya usia seseorang. Karena itu, periksa diri ke dokter untuk membedakan apakah hanya pembesaran prostat ataukah kanker.

2. Nyeri saat berkemih

Problem ini juga akibat adanya tumor prostat yang menekan saluran kemih. Namun, nyeri ini juga bisa merupakan gejala infeksi prostat yang disebut prostatitis. Bisa juga tanda hiperplasia prostat yang bukan merupakan kanker.

3. Sulit ereksi atau menahan ereksi

Tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi. Bisa juga menyebabkan tidak bisa ejakulasi setelah ereksi.

4. Darah pada sperma

Gejala ini, seperti darah pada urin, bisa timbul tidak terlalu jelas. Darah tidak dalam jumlah banyak dan hanya menyebabkan warnanya berubah menjadi merah muda. Meski begitu patut diwaspadai

5. Sulit Buang Air Besar (BAB) dan ada masalah saluran pencernaan lainnya

Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Akibatnya, bila ada tumor pencernaan akan terganggu. Namun perlu diingat, sulit BAB yang terus menerus terjadi juga bisa menyebabkan pembesaran prostat karena terjadi tekanan pada kelenjar secara terus menerus. Sulitnya BAB dan gangguan saluran cerna bisa juga mengindikasikan kanker usus besar.

6. Nyeri terus menerus di punggung bawah, panggul atau paha dalam bagian atas

Sering, kanker prostat menyebar di wilayah-wilayah ini, yaitu pada punggung bawah, panggul dan pinggul sehingga nyeri yang sulit dijelaskan di bagian ini bisa menjadi tanda adanya gangguan

7. Sering berkemih di malam hari

Jika Anda sering terbangun di malam hari lebih dari sekali hanya untuk berkemih, periksalah segera ke dokter.

8. Urin yang menetes atau tidak cukup kuat

Gejala ini mirip inkontinensia urin (ngompol). Urin tidak dapat ditahan hingga perlahan keluar dan menetes. Atau kalau pun keluar aliran tidak cukup kuat.

9. Usia di atas 50 dan mempunyai faktor resiko

Karena tidak menimbulkan gejala maka pria yang memiliki faktor risiko sebaiknya memeriksakan diri secara rutin. Faktor risiko ini termasuk adanya anggota keluarga yang menderita kanker terutama jika itu sang ayah, obesitas/kegemukan dan merokok merupakan salah satu faktor risiko kanker prostat.

10.  Penurunan berat badan

C. Penyebab

Penyebab kanker prostat tidak diketahui, meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara diet tinggi lemak dan peningkatan kadar hormon testosteron. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker tersebut (Anonim 2010):

  • Usia.

Kebanyakan kasus terjadi pada pria usia lanjut. Kanker prostat merupakan penyebab kematian akibat kanker no 3 pada pria dan merupakan penyebab utama kematin akibat kanker pada pria diatas 74 tahun. Kanker prostat jarang ditemukan pada pria berusia kurang dari 40 tahun.

  • Riwayat keluarga dan faktor keturunan. Seseorang yang memiliki ayah atau saudara sekandung terkena kanker prostat pada usia relatif muda (di bawah 60), maka risiko terkena kanker prostat lebih tinggi. Juga bila ada riwayat kanker lain pada saudara sekandung baik pria atau pun wanita.
  • Suku bangsa. Pria Asia memiliki risiko lebih rendah dibandingkan pria kulit hitam atau kulit putih.

D. Stadium Kanker Prostat

Pada tahap awal kanker prostat masih terlokalisasi, namun pada tingkat lanjut dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti tulang dan nodus limfa di selangkangan. Stadium kanker prostat ditentukan oleh seberapa jauh tingkat penyebarannya (Grace & Borley 2007).

Stadium kanker prostat menggunakan sistem TNM, T=tumor, N=nodus, M=metastase:

  • T1 = tumor hanya ada di dalam prostat, belum dapat dirasakan melalui perabaan lewat anus.
  • T2 = tumor masih di dalam prostat, sudah dapat dirasakan melalui perabaan.
  • T3 = tumor sudah menyebar ke jaringan sekitarnya seperti kelenjar seminal vesicle yang memproduksi semen
  • T4 = tumor telah menyebar ke tulang atau nodus limfa
  • N1-3 berarti kanker telah menyebar ke nodus/kelenjar limfa. N0 berarti belum menyebar ke nodus.
  • M diikuti 1a, b atau c menunjukkan kanker telah menyebar ke tulang atau organ tubuh lain.

E. Pemeriksaan

Untuk mencegah terjadinya peningkatan stadium pada kanker yang diderita maka sebaiknya dilakukan pendeteksian secara dini. Berikut adalah berbagai macam perangkat diagnostok yang dilakukan (Corwin 2007):

  • Pemeriksaan jari melalui rectum dapat memperlihatkan adanya massa padat terfiksasi di prostat, yang menandakan adanya suatu tumor. Massa tersebut umumnya tidak nyeri dengan batas tidak teratur dan menimbulkan asimetris pada kelenjar prostat. Dapat digunakan ultrasound untuk menentukan lokasi tumor prostat secara pasti. Biopsy sel-sel prostat yang diambil melalui reseksi transuretra dapat memastikan diagnosis kanker prostat.
  • Pemeriksaan darah yang mengukur kadar suatu glikoprotein yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat, antigen spesifik prostat (prostat tatespesific antigen, PSA), dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya kanker prostat stadium dini. Rekomendasi yang digunakan kini adalah melakukan biopsy bila kadar PSA yang lebih dari 4 nanogram per milliliter (ng/ml) dalam darah; kadar PSA yang lebih dari 10 nanogram per milliliter darah mengisyaratkan kanker. Namun peningkatan PSA dapat terjadi pada kelainan-kelainan nonkanker misalnya prostatilis atau hyperplasia prostat jinak (PHB). Demikian juga hasil pengukuran PSA mungkin berada dalam rentang normal walaupun terdapat kanker pada sekitar 25% pria. Perlunya terapi bagi pasien dengan kanker stadium A yang terdeteksi oleh pemeriksaan PSA masih diperdebatkan, khususnya pada pria yang sudah lanjut. Strategi terbaru dianjurkan untuk mengatasi masalah hasil PSA negative-palsu dan positif-palsu adalah mengevaluasi kadar PSA menggunakan sliding scale (skala geser), yang bergantung pada usia pria apakah lebih muda (di bawah 50 tahun) atau lebih tua. Untuk pria yang lebih muda, meski kadar PSA hanya 2,6 ng/ml dapat dianggap signifikan, khususnya bila hasil pengukuran dasar sebelumnya rendah. Pada pria yang lebih tua, peningkatan kadar sedang tidak membutuhkan tindakan lanjutan yang agresif. Selain itu, pengukuran PSA bebas versus PSA terikat protein dapat lebih baik membedakan kanker versus tumor jinak, dengan penurunan rasio PSA bebas terhadap PSA terikat pada pria yang menderita kanker.
  • Pengukuran kadar PSA disertai dengan hasil dari pemeriksaan dengan jari memberikan hasil penapisan yang lebih sensitif.

F. Pengobatan

Pengobatan yang tepat untuk kanker prostat masih diperdebatkan.
Pilihan pengobatan bervariasi, tergantung kepada stadiumnya:

  • Pada stadium awal bisa digunakan prostatektomi (pengangkatan prostat) dan terapi penyinaran
  • Jika kanker telah menyebar, bisa dilakukan manipulasi hormonal (mengurangi kadar testosteron melalui obat-obatan maupun pengangkatan testis) atau kemoterapi.

Pembedahan

  1. Prostatektomi radikal (pengangkatan kelenjar prostat).
    Seringkali dilakukan pada kanker stadium A dan B. Prosedurnya lama dan biasanya dilakukan dibawah pembiusan total maupun spinal. Sebuah sayatan dibuat di perut maupun daerah perineum dan penderita harus menjalani perawatan rumah sakit selama 5-7 hari. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah impotensia dan inkontinensia uri.
    Pada penderita yang kehidupan seksualnya masih aktif, bisa dilakukan potency-sparing radical prostatectomy.
  2. Orkiektomi (pengangkatan testis, pengebirian). Pengangkatan kedua testis menyebabkan berkurangnya kadar testosteron, tetapi prosedur ini menimbulkan efek fisik dan psikis yang tidak dapat ditolerir oleh penderita.
    Orkiektomi adalah pengobatan yang efektif, tidak memerlukan pengobatan ulang, lebih murah dibandingkan dengan obat-obatan dan sesudah menjalani orkiektomi penderita tidak perlu menjalani perawatan rumah sakit. Orkiektomi biasanya dilakukan pada kanker yang telah menyebar.

Terapi penyinaran

Terapi penyinaran terutama digunakan untuk mengobati kanker stadium A, B dan C. Biasanya jika resiko pembedahan terlalu tinggi, maka dilakukan terapi penyinaran. Terapi penyinaran terhadap kelenjar prostat bisa dilakukan melalui beberapa cara:

  1. Terapi penyinaran eksterna, dilakukan di rumah sakit tanpa perlu menjalani rawat inap. Efek sampingnya berupa penurunan nafsu makan, kelelahan, reaksi kulit (misalnya kemerahan dan iritasi), cedera atau luka bakar pada rektum, diare, sistitis (infeksi kandung kemih) dan hematuria. Terapi penyinaran eksterna biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.
  2. Pencangkokan butiran yodium, emas atau iridium radioaktif langsung pada jaringan prostat melalui sayatan kecil. Keuntungan dari bentuk terapi penyinaran ini adalah bahwa radiasi langsung diarahkan kepada prostat dengan kerusakan jaringan di sekitarnya yang lebih sedikit.

Obat-obatan

  1. Manipulasi hormonal.

Tujuannya adalah mengurangi kadar testosteron. Penurunan kadar testosteron seringkali sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan dan penyebaran kanker. Manipulasi hormonal terutama digunakan untuk meringankan gejala tanpa menyembuhkan kankernya, yaitu misalnya pada penderita yang kankernya telah menyebar.

Obat sintetis yang fungsinya menyerupai LHRH (luteinizing hormone releasing hormone), semakin banyak digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut. Contohnya adalah lupron atau zoladeks.

Obat ini menekan perangsangan testis terhadap pembentukan testosteron (hal seperti ini disebut pengebirian kimiawi karena memiliki hasil yang sama dengan pengangkatan testis). Obat diberikan dalam bentuk suntikan, biasanya setiap 3 bulan sekali. Efek sampingnya adalah mual dan muntah, wajah kemerahan, anemia, osteoporosis dan impotensi.

Obat lainnya yang digunakan untuk terapi hormonal adalah zat penghambat androgen (misalnya flutamid), yang berfungsi mencegah menempelnya testosteron pada sel-sel prostat. Efek sampingnya adalah impotensi, gangguan hati, diare dan ginekomastia (pembesaran payudara).

2. Kemoterapi

Kemoterapi seringkali digunakan untuk mengatasi gejala kanker prostat yang kebal terhadap pengobatan hormonal.Biasanya diberikan obat tunggal atau kombinasi beberapa obat untuk menghancurkan sel-sel kanker.

Obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengobati kanker prostat adalah:

  • Mitoxantronx
  • Prednisone
  • Paclitaxel
  • Dosetaxel
  • Estramustin
  • Adriamycin.

Efek sampingnya bervariasi dan tergantung kepada obat yang diberikan.
Pemantauan
Apapun jenis pengobatan yang dijalaninya, penderita akan dipantau secara ketat mengenai perkembangan penyakitnya. Pemantauannya meliputi:

  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar PSA (biasanya setiap 3 bulan – 1 tahun).
  • Skening dan/atau CT scan tulang untuk mengetahui penyebaran kanker.
  • Pemeriksaan darah lengkap untuk memantau tanda-tanda dan gejala anemia.
  • Pemantauan tanda dan gejala lainnya yang menunjukkan perkembangan penyakit (misalnya kelelahan, penurunan berat badan, nyeri yang semakin hebat, penurunan fungsi usus dan kandung kemih serta kelemahan).

G. Info Tambahan

Perlu diketahui bahwa saat ini telah dilakukan studi-studi yang mengenai makanan-makanan yang mengandung antioksidan untuk mencegah terjadinya penyakit kanker. Kandungan antioksidan pada makanan ini diduga dapat menangkal efek buruk dari radikal bebas. Radikal bebas merupakan salah satu faktor pemicu timbulnya kanker.

Seperti penyakit kanker lainnya, senyawa radikal bebas juga dapat menjadi faktor pemicu timbulnya kanker prostat, terutama yang berasal dari pencemaran lingkungan tanah, air, udara, radiasi matahari, asap kendaraan, yang terus meningkat kualitasnya dan semakin sulit dihindari. Akibatnya, selain terjadi penuaan dini, ada sekitar 50 macam penyakit degeneratif, termasuk kanker prostat, diduga dimulai dan diperparah oleh radikal bebas tersebut (Cahanar & Suhanda 2006).

Selain itu, Cahanar dan Suhanda (2006) juga menambahkan bahwa faktor hormonal dan usia juga mempengaruhi. Produksi hormon androgen tergantung pada usia. Hormon ini mengendalikan libido, sistem reproduksi pria dan irama kerja kelenjar prostat dalam produksi sekret (cairan) yang berperan dalam proses likuifikasi semen/sperma. Dilaporkan bahwa libido yang tidak terkendali dan perilaku seks bebas, beresiko tinggi terserang keganasan kanker prostat, hendaknya faktor penyebab lainnya juga diwaspadai agar faktor resiko genetis semakin kecil.

Makanan yang dimakan dapat mempercepat atau menghambat pertumbuhan kanker ini. Berikut ini adalah makanan yang diduga dapat menghambat terjadinya kanker prostat, yaitu

1. Bawang Putih

Makanan yang potensial dapat menghambat inisiasi dan perkembangan kanker prostat antara lain bawang putih. Selain dikenal sebagai bumbu, ekstrak bawang putih ternyata juga berkhasiat sebagai obat antikanker prostat.

Hasil penelitian Pino et.al (1997) dalam Cahanar dan Suhanda (2006) menunjukkan bahwa senyawa sulfur turunan allicin dalam bawang putih ternyata dapat mengganggu enzim ornithine dekarboksilase yang berperan dalam sintesa polyamine, laju pertumbuhan sel tumor dan keganasan kanker. Caranya: pertama, memacu pembentukan glutathione tereduksi yang menghambat kerja ornithine. Kedua, mengikat enzim tersebut (pada bagian thiol nucleophilic) sehingga fungsinya hilang. Dengan demikian pembentukan sel kanker prostat dapat dihambat.

2. Tomat

Makanan antikanker lainnya adalah tomat. Warna khas merah tomat berasal dari senyawa karotenoid likopen yang ternyata berperan dalam menyehatkan organ prostat dan jantung. Karena likopen memiliki aktivitas antioksidan. Berperan dalam pertumbuhan dan komunikasi interseluler sel-sel jaringan tubuh.

Dilaporkan bahwa kemampuan likopen sebagai antioksidan dalam mengikat singlet oksigen, meredam keganasan radikal bebas, dan menekan perkembangan sel kanker, termasuk sel kanker prostat, melebihi betakaroten. Likopen juga berperan menyehatkan jantung.

Dr. William Dahut dari Institut Kanker Nasional AS dalam Astawan dan Kasih (2008) menyatakan bahwa konsumsi tiga buah tomat dalam seminggu dapat mencegah kanker prostat. Hasil penelitian epidemiologi Giovannucci pda tahun 1999 melaporkan bahwa konsumsi likopen dalam jumlah besar dapat mengurangi kanker prostat hingga 21 persen, sedangkan konsumsi tomat dan produk olahan tomat yang mengandung 82 persen likopen dapat mengurangi kanker prostat hingga 35 persen.


PENUTUP

Kesimpulan

Kanker prostat merupakan penyakit yang terjadi pada pria dan biasanya terjadi sekitar usia 40an. Gejala-gejala awal yang timbul terkadang banyak tak disadari oleh para pria sampai penyakit ini menyebar dan makin sulit diterapi. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit ini adalah usia, faktor genetik, dan ras/suku bangsa. Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah dengan melakukan colok dubur dan pemeriksaan darah pada kadar PSA. Kanker prostat dapat diobati dengan melakukan pembedahan, pemberian obat-obatan, dan kmoterapi. Kanker prostat dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan seperti tomat yang mengandung likopen.

Saran

Perlu penelitian lebih lanjut mengenai keefektifan makanan yang mengandung antioksidan terhadap pencegahan kanker prostat.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Gejala Gangguan Prostat. http://www.konseling.net/artikel_seks/gejala_gangguan_prostat.htm. [15 september 2010]

_______. 2007. Kanker Prostat. http://Kanker Prostat _ Dokter Sehat.htm. [05 September 2010]

_______. 2009. 10 Tanda awal kanker prostat. http://surgaku.com/lifestyle/kesehatan/10-tanda-gejala-awal-kanker-prostat.html. [15 September 2010]

_______. 2010. Sembuh dari kanker prostat stadium lanjut dan asam urat. http://nonigenetic.com/blog/sembuh-dari-kanker-prostat-stadium-lanjut-dan-asam-urat/. [15 september 2010]

Astawan M, Kasih AL. 2008. Khasiat Warna-Warni Makanan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Cahanar P, Suhanda I. 2006. Makan Sehat Hidup Sehat. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi Edisi ketiga. Jakarta: EGC.

Grace PA, Borley NR. 2007. At a Glance Ilmu Bedah Edisi ketiga. Jakarta: Penerbit Erlangga.